WACANA PENATAAN BATU TULIS, PENGAMAT KEBUDAYAAN: KEARIFAN LOKALNYA HARUS TETAP DIJAGA

BERITA1BOGOR.id – Wacana penataan kawasan Batu Tulis yang berada di Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor mendapatkan respon positif dari salah satu pengamat kebudayaan yang sekaligus penggiat kebudayaan Kota Bogor.

Tak hanya dukungan, pengamat kebudayaan itu juga memberikan saran dan masukan untuk Walikota Bogor, Bima Arya agar penataan kawasan Batu Tulis, muatan dan nilai kearifan lokal di kawasan bersejarah itu harus tetap dijaga tanpa menambah bangunan baru.

“Bangunan yang dimaksud adalah museum yang rencananya akan dibangun disekitar kawasan itu sebagai penunjang fasilitas dan mempercantiknya secara estetika. Saya lebih menyarankan supaya melakukan penataan Situs Batu Tulis saja agar lebih bersifat terbuka,” ucap Rachmat Iskandar kepada wartawan, Selasa (04/02/2020).

Bersifat terbuka yang dimaksud Rachmat, dijelaskannya, yaitu dengan membongkar sebagian bangunan yang menutupi situs di kawasan Batu Tulis, serta merapihkan area-area situs demi menambah kenyamanan pengunjung atau wisatawan yang datang ke Batu Tulis.

“Jadi cukup dipagari saja, jadikan lebih terbuka. Ini juga bisa untuk menghindari aktifitas yang sifatnya menyimpang,” ujar Rachmat yang merupakan pensiunan dari Disparbud itu.

Penataan juga, sambung Rachmat, agar tetap dijaga dan dipertahankan nilai sejarah dan orisinalitasnya dengan mengusung tema kesundaan.

“Selain tetap menjaga keutuhan situs Batu Tulisnya, bentuk bangunan dengan mengusung tema kesundaan juga akan lebih tepat diaplikasikan di sana,” pungkasnya.

(Erc)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: