USAI SIDANG, KORBAN PENIPUAN INVESTASI BODONG ASAL BOGOR KEJAR DAN TERIAKI TERDAKWA

BERITA1BOGOR.id – Usai melakukan persidangan kedua dengan agenda membacakan ekspesi (penolakan atau keberatan), Riska Mawarsari terdakwa atas kasus dugaan penipuan investasi tiket bodong langsung diserang pihak korban.

Penyerangan yang dilakukan pihak korban yang ditipu terdakwa hingga miliaran rupiah itu dilakukan dengan cara mengejar dan meneriaki terdakwa.

“Saya istri dari Roosman Koeshendarto, sebagai korban penipuan, sangat kecewa kepada Riska. Makanya tadi saya marahi didalam. Saya kesal karena semua itu kita lakukan diawal dengan baik-baik, tetapi kesininya saya ditipu,” ucap Regina Pinkan usai mengikuti perkembangan sidang terdakwa Riska di Pengadilan Negeri Bogor Kelas I B, Jalan Pengadilan, No 10, Pabaton, Bogor Tengah, Kota Bogor, Selasa (18/02/2020).

Menurut istri dari petinggi di perusahaan telekomunikasi ternama, Riska yang mengaku sebagai agen PT AntaVaya Corporate Travel dan menyebut telah mendapat kontrak dengan tiga koperasi besar seperti Koperasi Andaro, Koperasi SKK Migas dan Koperasi PNAK, juga merupakan seorang residivis.

“Dia residivis. Saya harap, bagi korban-korban yang mengenal nama Riska Mawarsari silahkan lapor. Kita sama-sama tegakkan keadilan. Karena dia sudah melakukan hal yang sama, jadi saya tidak mau mendzolimi banyak orang. Saya hanya ingin keadilan untuk Riska agar bisa diadili seadil-adilnya dan dirampas juga semua aset-asetnya dia untuk dikembalikan kepada korban,” kata Regina yang mengaku pernah dikasih cek kosong oleh Riska.

Ditempat yang sama, Khusnul Na’im, Kuasa Hukum korban mengatakan, klien yang bernama Roosman Koeshendarto mengalami kerugian atas kasus penipuan investasi tiket bodong kurang lebih sebesar Rp 9,8 miliar.

Khusnul menjelaskan, modus yang dilakukan Riska yang mengaku sebagai virtual account dari beberapa biro perjalanan itu menawarkan jasa tiket perjalanan dinas kepada Roosman dengan keuntungan 30 persen lebih dari nilai investasi.

“Jadi dia menawarkan beberapa tiket yang memberikan keuntungan luar biasa besarnya kepada klien kami. Tapi faktanya, setelah uang itu diberikan kepada terdakwa (Riska) itu sama sekali tidak ada pengembalian kepada klien kami,” ujar Khusnul.

Atas kasus penipuan berkedok investasi bodong itu, Khusnul juga berharap kepada seluruh penegak hukum di Indonesia untuk bisa mengawal kasus ini hingga tuntas.

“Hingga saat ini, korban yang sudah lapor yang saya ketahui, itu ada Pak Roosman yang melapor ke Polresta Bogor Kota sebagai klien kami, lalu ada juga pelaporan di Polda Metro Jaya yang dilaporkan oleh Hj. Lili dan ibu Alisa Julianti dengan kerugian sebesar satu miliar dan kemudian di Polres Jakarta Barat yang dilaporkan oleh ibu Winiarti dengan kerugiannya itu sebesar Rp 4,5 miliar,” pungkasnya.

(Erc)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: