SELAMA PSBB, L300 JURUSAN SUKABUMI-BOGOR DILARANG BEROPERASI DI KOTA BOGOR

BERITA1BOGOR.id – Penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) oleh lima daerah Bodebek dan DKI Jakarta, berimbas kepada sektor angkutan umum. Sesuai dengan Permenhub nomor PM 25 tahun 2020 bahwa ada aglomerasi transportasi, yaitu untuk angkutan umum diluar daerah yang menerapkan PSBB dilarang masuk ke wilayah daerah PSBB tersebut.

Untuk di Kota Bogor ada sejumlah angkutan umum seperti L300 jurusan Bogor-Sukabumi dan Bogor-Cianjur, termasuk Bus Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) dan angkutan umum lainnya.

“Aglomerasi transportasi itu sangat jelas bahwa yang diluar dari Jabodebek dilarang masuk ke Kota Bogor untuk angkutan umum. Jadi untuk angkutan umum jurusan Sukabumi dan Cianjur tidak boleh masuk ke Kota Bogor,” Kata Kadishub Kota Bogor Eko Prabowo.

Upaya saat ini, Lanjut Eko, petugas tengah melakukan penyekatan di perempatan Ciawi yang merupakan perbatasan antara Kota dan Kabupaten Bogor. Seluruh angkutan umum L300 yang melaju memasuki Kota Bogor ataupun sedang menunggu penumpang (ngetem) semua dihentikan dan diminta kembali ke Sukabumi atau Cianjur.

Selain itu, kata Eko, tempat pengeteman L300 di Jalan Cidangiang juga diawasi ketat oleh petugas hingga dibubarkan.

Namun demikian, sambung Eko, petugas juga sempat kucing-kucingan dengan angkutan umum L300. Mereka, kata dia, masuk ke Kota Bogor melalui jalan tikus seperti lewat Cihideung atau Gang Rulita Ciawi.

“Tapi petugas berhasil menghalau di sejumlah titik sehingga L300 tidak masuk ke Kota Bogor. Kita juga lakukan penyekatan di check poin Ciawi, semua angkutan umum dari Sukabumi dan Cianjur dilarang masuk ke Kota Bogor. Tadi juga ditindak tegas L300 yang biasa mangkal di Jalan Cidangiang, semuanya sudah dibersihkan tidak ada yang mangkal atau ngetem disana. Ini penegakan aturan dan harus dijalankan,” jelasnya.

Terkait selesainya tahap pertama penerapan PSBB di Kota Bogor, lalu lintas di jalanan Kota Bogor masih terpantau ramai dan padat.

Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor, Dody Wahyudin mengatakan, simpang Ciawi merupakan salah satu titik lalu lintas yang paling ramai karena merupakan jalur perbatasan.

“Memang (Ciawi) itu paling kusut. Seperti tidak ada perubahan sama sekali, padahal pengendaranya itu-itu lagi,” ujarnya.

Selain di Ciawi, simpang Yasmin dan simpang Soleh Iskandar menjadi tempat yang paling banyak pelanggarnya. Pelanggaran yang paling sering didapati adalah, pengemudi roda dua yang tidak mengenakan helm.

“Bahkan tidak sedikit pula anak-anak remaja yang diberhentikan karena melanggar ketentuan dalam berkendara. Mereka pikir PSBB ini hanya main-main. Saya harap orangtua mereka mau menjaga anak-anaknya agar tidak keluyuran dijalanan,” tegasnya. (*)

(Erik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: