Recovery di Area Proyek Double Track Selesai, Produksi Air Baku di WTP Dekeng Kembali Normal

BERITA1BOGOR.id – Pengerjaan recovery (pemulihan jaringan) pipa 1.000 mm yang sebelumnya mengalami kebocoran di area double track Bogor-Sukabumi dinyatakan telah selesai.

Direktur Utama Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor, Rino Indira Gusniawan mengatakan, dengan selesainya recovery tersebut, produksi di WTP Dekeng kembali normal dengan aliran air baku 1.700 liter perdetik.

“Termasuk aliran-aliran ke reservoar-reservoar pun sudah kembali normal,” ucap Dirut Tirta Pakuan saat memberikan keterangannya terkait penanganan gangguan pasca perbaikan pipa bocor di ruang rapat Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor, belum lama ini.

Namun, kata Dirut, ada beberapa daerah yang memang masih belum mengalir (terganggu) dan itu bukan terdampak dari keseluruhan sistem. Tapi, sambung dia, itu mungkin ada satu atau dua sistem yang memang harus didatangi dengan dilakukan perbaikan secara khusus untuk di titik-titik tersebut.

“Tapi kita tetap mengimbau kepada pelanggan, bahwa kepentingan pelanggan sendiri itu kita harus bisa memiliki tampungan air, walaupun bentuknya toren atau drone tank yang kita bisa pergunakan pada saat krisis air seperti kemarin.

Sementara itu, Direktur Teknik Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor, Ardani Yusuf menambahkan, kondisi untum sebagain besar sudah baik dan mengalir.

Selama kebocoran kemarin, kata Ardani, untuk wilayah terganggu yaitu di zona 3 dam zona 4.

“Kami selama dua hari kemarin, teman-teman dari pengaliran telah membuang udara di beberapa hydrant dan wash out dan alhamdulillah sebagian besar pelayanan sudah kembali normal,” kata Ardani.

Meski begitu, Ardani melanjutkan, dari informasi yang didapat dari call center Tirta Pakuan, masih ada beberapa titik yang belum mengalir seperti di zona 3.

“Sebagian di Situ Gede, sebagian di Balumbang Jaya dan Marga Jaya, Sindang Barang, Kelurahan Loji kemudian Gunung Batu. Sementara untuk zona 4 sendiri itu di Sukadamai, Kelurahan Kedung Badak, Kelurahan Bantar Jati, Kelurahan Tegal Gundil dan Kelurahan Babakan,” ungkapnya.

Mendapat informasi itu, sambung Ardani, pihaknya bersama tim dari pengaliran langsung melakukan evaluasi.

“Tadi pagi kami evaluasi dengan tim dari pengaliran. Jadi sekarang kita fokuskan pada lokasi yang tadi saya sebutkan di titik-titik tersebut. Teman-teman sudah kita sebar ke lokasi tersebut. Tim akan menganalisis apa yang sebenarnya menjadi kendala, sebab di sebagian Balumbang Jaya sudah ada yang mengalir, termasuk di Situ Gede, Marga Jaya, Sindang Barang, Kelurahan Gunung Batu dan Kelurahan Loji,” pungkasnya.

(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: