MNC Land Didemo Warga Ciletuh Hilir, Ini Tuntutannya

BERITA1BOGOR.id – Ratusan massa dari berbagai elemen organisasi yang tergabung dalam Forum Rakyat Ciletuh (FRC) gelar aksi demonstrasi di depan Proyek MNC Land Lido, Desa Wates Jaya, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor pada Kamis, 1 September 2020.

Dalam unjuk rasa tersebut, mereka menyuarakan keluhan masyarakat Kampung Ciletuh Hilir yang mereka sebut sudah berada dalam penindasan selama sekitar 7 tahun lamanya, yang kemudian menjadi sorotan dan perhatian media asing.

Penindasan yang dimaksud, seperti yang disampaikan salah satu warga Kampung Ciletuh Hilir, Jaja Mulyana seperti perampasan hak garap petani pada tahun 2014 yang belum ada pertanggungjawaban hingga penggusuran pemakaman umum setempat yang dilakukan pihak MNC Land.

“Kita minta ganti rugi tanaman yang sudah diambil pihak manajemen, kedua apa yang mereka ambil dari makam dua mayat itu sampai saat ini belum dikembalikan, ketiga kita mempertanyakan masalah izin lokasi,” kata Jaja kepada wartawan.

Sementara itu, kuasa hukum masyarakat Ciletuh, Anggi Tryana dari kantor LBH Sembilan Bintang menyampaikan tiga tuntutan kepada pihak MNC Land yakni penggantian tanaman yang dibabat, pencatutan nama warga untuk dasar perizinan,  dan penyelesaian sengketa lahan wakaf makam.

Dia menyebutkan, permasalahan tersebut sudah ada sejak tahun 2014 silam, dan mereka (warga Ciletuh,red) sudah dihadapkan pada permasalahan-permasalahan tersebut.

“Warga Ciletuh umumnya bekerja sebagai petani yang menggarap lahan sekitar 100 hektar, ketika MNC Land mengakuisisi lahan, otomatis meminta warga untuk meninggalkan garapannya,” jelas Anggi.

lebih lanjut, Anggi juga menyampaikan, permasalahan bukan hanya penggantian tanaman saja, tapi juga masalah lahan wakaf makam dan tanda tangan warga yang diduga dijadikan sebagai dasar perizinan.

“Awalnya ada undangan dari MNC Land di hotel MNC. Ketika datang, warga dianjurkan untuk mengisi buku tamu di sehelai kertas tanpa kop surat, warga yang datang tidak curiga, lalu mengisi nama, alamat dan nomor telepon. Tapi anehnya belakangan tanda tangan warga itu menjadi dasar izin lokasi,” katanya.

Dari informasi yang diterimanya, sambung Anggi, masyarakat Ciletuh akan terus menyuarakan tuntutan mereka, baik melalui aksi maupun melalui jalur lain. (*)

(Eco)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: