LANTARAN DI SP3, MAHASISWI IPB YANG JADI KORBAN PENIPUAN AKHIRNYA AMBIL LANGKAH PRA PERADILAN

BERITA1BOGOR.id – Korban penipuan dan penggelapan berkedok investasi bisnis, Ria Rusty Yulita, mempertanyakan penghentian penyidikan terhadap tersangka atas nama Ria Astria. Kasus yang dilaporkan ke Polresta Bogor Kota pada 3 Juli 2019, pada 21 September 2019 akhirnya Polresta Bogor Kota menetapkan Ria Astria sebagai tersangka dalam tindak pidana penipuan dan penggelapan. Namun pada 23 Juli 2020, pihak Polresta Bogor Kota menghentikan penyidikan terhadap kasus penipuan dan penggelapan tersebut.

“Tanggal 23 Juli 2020 kasus dihentikan oleh penyidik karena alasan tidak cukup bukti. Maka dari itu saya akan mengambil langkah hukum menempuh pra peradilan,” kata Ria Rusty Yulita.

Lanjut wanita yang juga mahasiswi Pasca Sarjana SB IPB ini menjelaskan, dari semua bukti yang ada, setidaknya lima point yang krusial bahwa penipuan dan penggelapan berkedok investasi bisnis itu, pertama soal bisnis di perusahaan yang dijanjikan pelaku tidak ada, pelaku mengakui perbuatan penipuan, ada korban lain yang dijerat pelaku dengan Rp30 juta, saksi ahli auditor sudah menyatakan angka kerugian, ditambah oleh ahli hukum pidana menyatakan bahwa telah terbukti dan terjadi tindak pidana yang dilakukan pelaku terhadap korban.

“Kasus ini sangat aneh, saya mengajukan pidana tetapi diarahkan oleh kejaksaan menjadi perdata. Sehingga setelah 20 bulan dan berproses hingga ditetapkan tersangka, kasusnya malah dihentikan,” ucapnya.

Keanehan lainnya, lanjut Ria, ketika berkas pertama kali masuk ke Kejaksaan Negeri Kota Bogor dan menemui tim penyidiknya, kemudian pihak Kejari menyatakan bahwa kasus ini murni pidana penipuan. Setelah itu berkas dikembalikan menjadi P19 dengan alasan tidak cukup alat bukti. Lalu tiba tiba tim penyidik Kejari memberikan pernyataan bahwa kasus berubah menjadi perdata dan menyatakan SP3.

Kasua berawal ketika korban diajak kerjasama dalam hal investasi modal usaha untuk mencetak barang pembuatan Inboxs, Outher Boks dan Jahit Sepatu di PT Sepatu Mas Idaman (Semasi) oleh tersangka.

“Jadi proyek yang dikatakan dan dijanjikan oleh pelaku itu tidak ada. Ini benar-benar penipuan, usahanya tidak ada dan proyeknya juga tidak ada. Hal itupun sudah dinyatakan oleh pihak perusahaan ditempat tersangka bekerja. Saya meminta agar ditegakkan keadilan karena kasus yang menimpa saya betul betul penipuan murni. Seharusnya kasus ini di proses lanjut hingga ke pengadilan,” tandasnya.

Terpisah, Kasatreskrim Polresta Bogor Kota AKP Firman Taufik ketika dihubungi tidak memberikan jawaban. Melalui Paur Humas Polresta Bogor Kota, Ipda Desty Irianti mengatakan, terkait kasus itu bisa ditanyakan langsung kepada bagian Reskrim.

“Karena kasusnya sudah berproses dan tahapannya juga sudah dilakukan hingga ditetapkannya tersangka. Tetapi kalau sekarang SP3 atau dihentikan kasusnya, maka silahkan bisa ditanyakan ke Reskrim,” katanya. (*)

(Erik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: