Gorong-gorong Saluran Air Jagatamu-Baged Disoal Warga

BERITA1BOGOR.id – Ramainya kritik dan keluhan terhadap pembangunan pekerjaan Peningkatan Jalan Jagatamu-Baged Kecamatan Cariu Kabupaten Bogor, yang merupakan batas wilayah Kabupaten Bogor dan Kabupaten Karawang kian marak.

Indikasi adanya mis komunikasi antara kontraktor dan warga pada pekerjaan gorong-gorong saluran air, seolah tidak diketahui Kasie Pembangunan UPTD Pengelolaan Jalan dan Jembatan  Wilayah Pelayanan 1 Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Provinsi Jawa Barat, Ayi Gunari,  sebagai pemberi tugas, bahkan terkesan tidak mengetahui tentang rencana pembangunannya.

“Nanti saya sampaikan ke Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) nya,” jawab Ayi melalui pesan Whatsappnya, Selasa (12/10/21).

Sedangkan pengawas lapangan UPTD Pengelolaan Jalan dan Jembatan  Wilayah Pelayanan 1 Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Provinsi Jawa Barat, Mulyani, membenarkan tidak semua gorong-gorong terpasang saat ini.

“Memang saat ini tidak semua terpasang gorong-gorongnya, karena kita titik beratkankan pada titik yang rawan banjir,” ucap Mulyani melalui telphon aplikasi whatsapp, Selasa (12/10/21).

“Untuk pekerjaan yang tidak tercover, mungkin akan kami kerjakan dari anggaran kegiatan pemeliharaan rutin, itu juga kalo terbagi anggarannya,” tambahnya.

“Memang rambu ada kekurangan, tapi saat ini untuk pekerjaan hotmix sudah ditambah dan dilengkapi,” sambungnya.

Sementara, Ade warga Kecamatan Cariu, menilai bahwa UPTD Pengelolaan Jalan dan Jembatan  Wilayah Pelayanan 1 Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Provinsi Jawa Barat, menutupi kejanggalan yang dilakukan kontraktor pelaksana.

“Nah, masa gorong-gorong yang seharusnya menjadi bagian dari pekerjaan kontraktor, malah ingin dikerjakan oleh UPTD,” kata Ade.

“Ini kan untuk kepentingan warga juga, jadi tolong pihak UPTD Pengelolaan Jalan dan Jembatan  Wilayah Pelayanan 1 Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Provinsi Jawa Barat, dapat berkomunikasi lebih baik kepada kontraktornya, agar gorong-gorong gak terputus begitu,” tuturnya.

“Lagi juga rambu masih jauh dari layak, harusnya pengguna jalan diperhatikan keselamatannya, dengan pasang rambu sesuai standart, kalau sampai terjadi kecelakaan, apa mau mereka tanggung jawab,” pungkasnya. (Al/red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: