GALIAN TAMBANG BATU DI DESA SUKAHARJA RESAHKAN MASYARAKAT

BERITA1BOGOR.id – Sejumlah masyarakat Desa Sukaharja, Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor, akan menggelar aksi besar-besaran kepada tambang galian C yang masih terus beroperasi sampai saat ini di kawasan Gunung Batu, Kecamatan Sukamakmur.

Aksi yang akan digelar tersebut sebagai langkah yang diambil oleh masyarakat karena Pemerintah Kabupaten Bogor dianggap tidak dapat menertibkan dan menutup tambang galian batu yang merugikan masyarakat setempat.

Kepada media ini, Tokoh Masyarakat Desa Sukaharja Raden Giri mengatakan, jika surat somasi pemberitahuan penutupan tambang yang akan dilayangkan masyarakat tidak diindahkan pemerintah, maka pihaknya bersama masyarakat akan melakukan action untuk memohon kepada pemerintah untuk menutup paksa penambangan tersebut.

Raden Giri juga menegaskan bahwa siap pasang badan sampai galian tersebut benar-benar ditutup, karena keberadaannya sangat meresahkan masyarakat dan untuk menjaga kelestarian Gunung Batu tersebut.

“Demi Allah, nyawa saya semua akan saya korbankan, karena ini sudah merusak alam,” katanya seusai adanya pertemuan dengan masyarakat membahas tentang keberadaan tambang galian tersebut pada Selasa (11/02/2020).

Aksi besar-besaran itu, masih kata dia, sebagai langkah masyarakat setempat kepada pemerintah daerah yang dianggap tidak memperhatikan keluhan dari masyarakat.

“Dengan merusak keindahan Gunung Batu yang kemungkinan besar berdampak pada bencana alam, kami cemas akan terjadi bencana seperti kemarin batu sebesar rumah longsor,” papar Raden Giri.

Padahal izin adalah faktor utama yang penting, karena di sana dikaji dampak masyarakat, prosedur pembenahan dan dampak usai selesainya eksploitasi.

Artinya, kata Raden Giri, ketika pengusaha tidak mengantongi izin ini, pengusaha sangat mendzolimi masyarakat. Penambangan batu sendiri mengeruk pondasi dasar pada bagian gunung. Jika terus menerus diambil pertambangan merusak ekosistem alam.

“Ini akan berdampak bencana yang tidak terbayang, kami berharap pemerintah bertindak tegas kabupaten bupati hingga kepala desa, kepolisian, kami berharap sebagai masyarakat menginginkan ketegasan dalam penindakan penambangan yang tidak jelas,” ujarnya.

Di lokasi pertemuan, Ketua LSM X-Ber Kaliber Indonesia Bersatu Distrik Bogor, Wawan Gunawan, menyebut penambangan tanpa izin adalah bentuk pembangkangan alias makar terhadap negara. Pengerusakan alam juga merupakan hal yang mendzolimi masyarakat,  yang nanti akan terkena dampaknya.

“Bukan bicara aset Sukaharja tapi Indonesia, masyarakat pemuda harus membela masyarakat, kalau baik-baik tidak bisa, perang pun jadi. Sebagai masyarakat sini, kita memerangi orang makar yang tidak patuh undang-undang, kalau tidak patuh dianggap makar,” kata Wawan.

(Omen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: